"Seorang lelaki mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat menunggunya di jalan … (Malaikat itu berkata:) Aku utusan Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya."
HR. Muslim no. 2567, dari Abû Hurairah
Bernilai ibadah
Bila diniatkan karena Allah: silaturahmi, menjenguk, menuntut ilmu, mendamaikan.
Berubah jadi dosa
Bila dibarengi pelanggaran: masuk tanpa izin, mengintip, khalwat, menggunjing, menyusahkan tuan rumah.
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Itu lebih baik bagimu agar kamu ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, janganlah masuk sebelum diberi izin. Jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah," maka kembalilah. Itu lebih suci bagimu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS An-Nûr: 27–28
Fikih dan Adab Bertamu dalam Islam
Empat Hukum dari Dua Ayat
1. Tanpa izin, jangan masuk
Larangan memasuki rumah orang lain sebelum mendapat izin.
2. Ucapkan salam
Perintah memberi salam kepada penghuninya.
3. Rumah kosong pun
Tidak boleh dimasuki sampai ada izin; izin tidak gugur karena penghuninya tak ada.
4. Ditolak? Pulanglah
Pulang setelah ditolak itu azkâ lakum: lebih suci, bukan aib.
Ayat 29: tempat tak berpenghuni yang ada keperluan bagimu (mis. penginapan wakaf di jalan) boleh dimasuki tanpa izin khusus.
Ibn Juzai, at-Tashîl 3/285
Kapan Datang, Kapan Pulang
Tiga waktu aurat
﴿ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ﴾
●Sebelum salat Subuh
●Tengah hari, saat menanggalkan pakaian
●Setelah salat Isya
Anak yang sudah balig meminta izin setiap waktu (ayat 59). — QS An-Nûr: 58–59
"Bila Rasulullah ﷺ mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak berdiri tepat menghadap pintu, tetapi dari sisi kanan atau kirinya."
HR. Abû Dâwud no. 5186, dari ’Abdullâh bin Busr
Alasannya
Rumah-rumah saat itu belum bertirai. Bila pintu tertutup, boleh berdiri di mana saja dan boleh mengetuk.
Faidah: bentuk ikut zaman
Atsar Ibn ’Abbâs: orang meninggalkan isti’dzân karena sudah ada pintu dan ketukan. Bentuknya berubah, substansinya tetap: memastikan kerelaan penghuni.
Al-Qurthubî (w. 671 H), al-Jâmi’ li Aḫkâm al-Qur’ân, 12/216
HR. al-Bukhârî no. 6135, dari Abû Syuraiḫ al-Ka’bî; lihat juga Muslim no. 48
Hari 1
Jâ’izah: jamuan istimewa, hidangan terbaik yang mampu disediakan.
Hari 2–3
Dhiyâfah: jamuan biasa sebagai hak tamu.
Hari 4 dst.
Sedekah: apa yang diberikan terhitung sedekah.
Bagi tamu: haram tinggal hingga menyusahkan tuan rumah. Riwayat Muslim: ḫattâ yu’tsimahu—hingga membuatnya berdosa (mengeluh, menggunjing, atau berutang demi gengsi).
Kaum muslimin berijmak tentang dhiyâfah dan bahwa ia termasuk perkara yang sangat ditekankan. Asy-Syâfi’î, Mâlik, Abû Ḫanîfah, dan jumhur: sunnah, tidak wajib. Al-Laits dan Aḫmad: wajib sehari semalam.
An-Nawawî, Syarḫ Muslim, 12/30
Sunnah muakkadah
Jumhur. Syafi’iyyah menekankannya untuk keluar dari khilaf, min ghairi takalluf—tanpa memaksakan diri.
Ibn Ḫajar, Tuḫfat al-Muḫtâj 7/434
Wajib sehari semalam
Al-Laits, Aḫmad. Hanbali: tamu boleh menuntut di hadapan hakim; tiga hari dianjurkan, selebihnya sedekah.
Tamu memakan apa yang dihidangkan kepadanya tanpa ucapan izin, tidak memperlakukannya selain dengan memakannya, dan boleh mengambil apa yang ia tahu direlakan pemiliknya.
An-Nawawî, Minhâj ath-Thâlibîn, hlm. 223
Dasarnya
Tanda keadaan (qarînah ’urfiyyah), seperti minum dari tempat air minum umum di pinggir jalan.
Syarḫ al-Manhaj, dlm. Ḫâsyiyat al-Bujairamî 3/433
Kecuali
Tuan rumah masih menunggu orang lain: jangan makan sebelum ia datang, kecuali diizinkan lisan.
Tuḫfat al-Muḫtâj 7/434
Habiskan semua?
Ibn ash-Shabbâgh: haram. Ibn Ḫajar: lihat tanda keadaan yang kuat—bila memang disediakan untuk dihabiskan, boleh.
Tamu tidak boleh memperlakukan makanan selain dengan memakannya … Bila ragu apakah termasuk yang dimaafkan, yang sahih: haram. Tamu tidak boleh memberi makan pengemis dan kucing.
An-Nawawî, Raudhat ath-Thâlibîn, 7/339
Tidak boleh
✕Membawa pulang yang tidak jelas direlakan
✕Memberikannya kepada pengemis
✕Memberi makan kucing
Boleh
✓Mengambil yang diketahui direlakan, mis. berkat yang disediakan